Disusun
oleh:
Niken
Armeda Ayu Bintari
Q100130065/C
ICT Sebagai Alat Bantu Management Sekolah
BAB I
Pendahuluan
Seiring dengan kemajuan teknologi
yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang
ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu
pengetahuan. Kehadiran TIK dalam pendidikan bisa dimaknai dalam tiga paradigma,
yaitu (1) TIK sebagai alat atau berupa produk teknologi yang bisa digunakan
dalam pendidikan, (2) TIK sebagai konten atau sebagai bagian dari materi yang
bisa dijadikan isi dalam pendidikan, dan (3) TIK sebagai program aplikasi atau
alat bantu untuk manajemen pendidikan yang efektif dan efisien.
ICT (Information and Communication
Technology) atau dalam bahasa indonesia disebut TIK (Teknologi Informasi
dan Komunikasi) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh
peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup
tiga aspek yaitu teknologi komputer, muatan informasi dan teknologi
komunikasi. Teknologi komputer dan muatan informasi dikenal dengan istilah
teknologi informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan
teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang
satu ke lainnya.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk
pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya
dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang
tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan
komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk
dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil,
teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai
gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi,
penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur
pendidikan.
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Departemen
Pendidikan Nasional tahun
2005-2009,
untuk dapat memberikan pelayanan prima, salah satu yang perlu dilakukan adalah
pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dilakukan melalui
pendayagunaan TIK di bidang pendidikan yang mencakup peran TIK sebagai
substansi pendidikan, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar
kompetensi, penunjang administrasi pendidikan, alat bantu manajemen satuan
pendidikan, dan infrastruktur pendidikan.
BAB II
Pembahasan
Perkembangan TIK atau multimedia di
Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan
dengan negara-negara tetangga sepertI Singapura, Malaysia dan Thailand.
Terdapat beberapa masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat
khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan untuk memanfaatkan TIK di
berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal.
Konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi
Secara sederhana Elston (2007) membedakan antara Teknologi
Informasi (IT) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), yaitu “IT as
the technology used to managed information and ICT as the technology used to
manage information and aid communication”. Sementara itu, UNESCO (2003)
mendefinisikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai berikut: “ICT generally
relates to those technologies that are used for accessing, gathering,
manipulating and presenting or communicating information. The
technologies could include hardware e.g. computers and others devices, software
applications, and connectivity e.g. access to the internet, local networking
infrastructure, and video conferencing”.
Tiga
pilar Penerapan ICT ( Informasi and Communication Technology )
Ada tiga piar yang saling melengkapi guna penerapan ICT
(informasi and Communication Technology ) di sekolah, antara lain :
1.
Sistem Manajemen Sekolah (School Management System)
Suatu
sistem yang mengatur bagaimana perencanaan, operasional, monitoring dan
improvement suatu organisasi sekolah
2.
Strategi Pengembangan ICT di sekolah
Suatu
perencanaan ICT jangka panjang terintegrasi untuk seluruh elemen di sekolah
mencakup : Jangkauan dan scope ICT, Pemilihan teknologi (hardware, software,
jaringan, internet provider, programing, data base system dan lain-lain),
tahapan implementasi, pelatihan ICT, sosialisasi dan lain-lain
3.
Pengembangan budaya ICT di sekolah
Sebuah
perencanaan yang bertujuan untuk membuat sebuah lingkungan belajar berbasis
ICT, menuju budaya implementasi ICT di sekolah yang sehat dan efektif.
Pengembangan budaya ICT ini melibatkan seluruh elemen sekolah/stakholder
(pimpinan, guru, karyawan, siswa dan bahkan orang tua siswa).
ICT sebagai Alat Bantu dan Fasilitas
Pendidikan
- Penyampaian
pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
- Memberikan
ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan
bahan ajar.
- Peserta
didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih
bebas dan mandiri.
- Akuisisi
pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
- Rasio
antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses
dan pemberian fasilitas.
ICT sebagai alat bantu manajemen
pembelajaran
§ Tiap individu memerlukan dukungan
pembelajaran tanpa henti tiap harinya
§ Transaksi dan interaksi interaktif
antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
§ Kualitas layanan pada pengeekan
administrasi ditingkatkan secara bertahap
§ Orang merupakan sumber daya yang
bernilai
ICT
juga sebagai Manajemen terkait dengan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan
evaluasi penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah. Fungsi-fungsi tersebut
dapat dibantu dengan pemanfaatan ICT, misalnya melalui program aplikasi
pengolah kata dapat membuat dokumen-dokumen perencanaan sekolah, SIM atau
sistem informasi Manajemen sekolah dapat dibuat sekolah sebagai sumber
informasi untuk mempermudah akses informasi. Melalui Jardiknas, akan terbangun
komunitas antar sekolah yang memudahkan komunikasi antar sekolah. Melalui CCTV
saat ini dapat dimanfaatkan sekolah sebagai salah satu bentuk pengawasan
pembelajaran.
Ada beberapa permanfaatan TIK atau ICT dalam Pendidikan :
Menurut pemanfaatannya, TIK di dalam pendidikan dapat
dikategorisasikan menjadi 4 (empat) kelompok manfaat :
1.
TIK
sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan, di kelompok ini TIK dimanfaatkan sebagai
sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan, Jaringan
Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat
Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas Perbandingan
Standar Kompetensi.
2.
TIK
sebagai Alat bantu Pembelajaran, di dalam kelompok ini sekurang-kurangnya ada 3
fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses
belajar-mengajar, yaitu
- TIK
sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi Peristiwa, Alat Uji Siswa,
Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa, Simulasi Kasus, Alat Peraga
Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian
- TIK
sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi
Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu.
Sedangkan
- TIK
sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri,
Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan
media Komunikasi Antar Siswa.
3.
TIK
sebagai Fasilitas Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK dapat dimanfaatkan
sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas Virtual, Aplikasi Multimedia, Kelas
Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan Elektronik Sekolah, Alat Ajar
Multi-Intelejensia, Pojok Internet, dan Komunikasi Kolaborasi Kooperasi
(Intranet Sekolah). dan
4.
TIK
sebagai Infrastruktur Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK kita temukan
dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah
maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam Aplikasi
dan Perangkat Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer Personal,
Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi Data, dan
Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi).
Selain pemanfaatan ICT oleh lemabaga pendidikan formal, ICT
juga telah banyak dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan informal sebagai
sarana untuk pembelajaran.
Dampak
ICT / TIK Dalam Pendidikan
Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan di
dunia pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa
keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif
dari pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain adalah :
·
Pelajar
jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajra lebih suka praktek
dibandingkan teori.
·
Pengajar
jadi lebih mudah mengajar jadi lebih mudah menyampaikan materi dengan membuat
presentasi – presentasi.
·
Bagi
pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau tugas tidak harus
bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat memberi tugas
atau materi melalui e-mail.
·
Dalam
membuat laporan baik bagi pelajar, maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika
memakai komputer, akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan.
·
Dalam
belajar, baik pelajar maupun pengajar akan lebih mudah mencari sumber karena
adanya internet.
·
Pembelajaran
yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat menjadi lebih menarik, misalnya dengan memunculkan
gambar atau suara, sehingga pelajar menjadi lebih antusias untuk belajar.
Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatif, tidak
terkecuali pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK :
·
Pembelajaran
yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi
sekolah – sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan
kesulitan jika mereka masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering
menggunakan ICT/TIK.
·
Setiap
pelajar harus mendapat fasilitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang
menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai,
jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, aka nada siswa yang hanya
menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer
·
Dalam
pembelajaran, siswa – siswa yang tidak antuasias dalam penerimaan materi sering
kali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak
konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan.
·
Dalam pembelajaran yang menggunakan internet
yang tidak dibatasi, sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk
keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam
proses belajar
·
Bagi
pengajar yang malas masuk kelas cenderung memberi tugas – tugas yang
memanfaatkan internet sehingga tatap muka dengan pelajar jarang terjadi,
akibatnya pengajar tidak mengenali pelajarnya.
Peran Guru & Siswa
Di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek
dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan interaktif di dalam ruang
belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru & Siswa sama-sama
dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses transfer of knowledge–nya
berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh karena itu penataan peran
Guru & Siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran
perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya.
Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran Guru tidak
hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator,
mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar bagi Siswa. Karenanya Guru dapat
memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami
peristiwa belajar. Dengan peran Guru sebagaimana dimaksud, maka peran Siswa pun
mengalami perubahan, dari partisipan pasif menjadi partisipan aktif yang banyak
menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta
berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli. Disisi lain
Siswa juga dapat belajar secara individu, sebagaimana halnya juga kolaboratif
dengan siswa lain.
BAB III
PENUTUP
ICT
adalah segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer untuk mengolah
informasi dan sebagai alat bantu pembelajaran serta sebagai sumber informasi
bagi guru dan siswa. ICT / TIK juga memiliki peran yang dalam segala bidang
terutama dalam bidang pendidikan yaitu sebagai gudang ilmu pengetahuan, alat
bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan dan standar kompetensi. Dan ICT
juga sebagai Manajemen terkait dengan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan
evaluasi penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah.
Disamping
memiliki dampak positif, ICT/TIK juga memiliki banyak dampak negatif dimana
pengguna dapat mengakses tanpa batas informasi dan sering kali pelajar
menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs
youtube untuk menonton video dalam proses belajar
DAFTAR PUSTAKA
Dr.R.Krishnaveni
and J.Meenakumari, (2010). Usage of ICT for Information Administration in
Higher education Institutions – A study
Etudor-Eyo,
Eno, PhD, dkk. (2011). Use of ICT and Data Preservation by School
Administrators/Uporaba informacijsko komunikacijskih tehnologij in ohranjanje
podatkov
Huang,
C.-J., Liu, M.-C., Chang, K.-E., dkk. (2010). A Learning Assistance Tool for
Enhancing ICT Literacy of Elementary School Students. Educational Technology
& Society, 13 (3), 126–138.
Lim,
Cher Ping, dkk. (2005). Classroom
Management Issues in Information and Communication Tecnology (ICT)-Mediated Learning
Environments: Back to the Basics
Ng'ambi,
Dick dan Johnston, Kevin. (2006). An ICT-mediated Constructivist Approach for
increasing academic support and teaching critical thinking skills
Prihanto, Dwi. (2009). Pemanfaatan Tekmologi
Informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat bantu pembelajaran guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar